Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Al Islamiyah ( MMI) Diniyah
Setelah K.H. Sirojul Bayan Nahrowi kembali dari belajarnya di Pondok pesantren Modern Gontor pada tahun 1987. Beliau mulai ikut membenahi pendidikan di Pondok Maqna’ul Ulum dengan membuka program pendidikan baru tingkat menengah pertama dan menengah atas yang dinamakan Madrasah Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyyah (MMI). Program pendidikan baru ini ditangani langsung oleh K.H. Sirojul Bayan Nahrowi.KMI berdiri Setelah pondok berusia 30 tahun. Pada era ini telah berdiri Madrasah diniah yang telah dijalankan sejak Pondok Maqnaul Ulum didirikan pada 1957 namun belum sempurna.
Madrasah Mu’allimin wal Mu’allimat Al Islamiyah (MMI) Merupakan Pendidikan Madrasah Diniyah non formal dengan jenjang pendidikan tingkat menengah dan atas dengan lama belajar 6 tahun, setelah mengikuti Program Kemenag yaitu Program Wajar Dikdas Salafiyah Wustha pada tahun 2004,maka, ijazahnya telah dapat pengakuan dari pemerintah Republik Indonesia ,dengan ikut serta Program tersebut ,status MMI telah disamakan dengan setingkat Madrasah Tsanawiyah dengan SK No.Kd.32/3/PP.07/4036/2013
Kehadiran Madrasah Mu’allimin wal Mu’allimat Al Islamiyah (MMI) telah membawa angin segar yang menggugah minat belajar masyarakat. Program pendidikan di MMI pun berkembang. pada awalnya MMI seluruh santri dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas 1A,1B,1C dan 1D, maka dalam 6 tahun kemudian lembaga ini telah berhasil meluluskan. Melalui mereka nama Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum menjadi lebih dikenal masyarakat.
Madrasah Mu’allimin wal Mu’allimat Al Islamiyah (MMI) adalah Sekolah Pendidikan Islam yang berkiblat kepada Sekolah yang ada di Pondok Modern Gontor Ponorogo walaupun tidak sama 100 %.
Pendidikan madrasah diniyah Madrasah Mu’allimin wal Mu’allimat Al Islamiyah (MMI) Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum menggunakan kurikulum pendidikan diniyah yang disusun secara khusus menitik beratkan pada penguasaan materi ilmu-ilmu agama Islam (diniyah) dan ditambah dengan ilmu-ilmu keguruan.



