Gagasan dan Cita-cita Pendiri

Berdirinya Pondok Maqna’ul Ulum, Gagasan & Cita-Cita
Berdirinya Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum tidak lepas dari tekad KH. Ahmad Nahrawi beserta istrinya Nyai Hj. Kamalia Mabruroh sebagai pendiri dan Pengasuh Pertama Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum Sukorejo Sukowono Jember Pada tanggal 14 Januari 1956 bertepatan dengan 02 Jumadal Akhir 1375 H.
Maqna’ul Ulum Sebagai Sintesa PP. Raudlatul Ulum Sumberwringin, PP. Darul Ulum Jombang, PP. Lirboyo Kediri Dan Pondok Modern Gontor Ponorogo
Kiai Nahrawi pada awal pembangunan Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum Selain karena faktor sosial masyarakat juga diilhami oleh beberapa Pondok Pesantren yang ada di Jawa Timur yang sesuai dengan cita-cita Kiai Nahrawi dalam membangun pondoknya nanti, dengan harapan dapat membekali santrinya dengan ilmu pengetahuan umum ( Sain dan Teknologi ) dan agama sehingga dapat menyiapkan santri yang “ Ulama tehnokrat dan tehnokrat yang ulama “. Dan tetap berpegang teguh kepada Nilai-nilai kepesantrenan yaitu ; Keikhlasan, Kedesiplinan, dan Akhlaqul Karimah, karena merupakan benteng santri dari zaman ke zaman. Inilah yang menjadi salah satu tujuan dan cita-cita Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum.
Beberapa Pondok Pesantren yang menjadi idaman dan sesuai dengan cita-cita Kiai Nahrawi yang ada di Jawa Timur. Keempat lembaga pendidikan tersebut merupakan sintesa Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum.
Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumberwringin Sukowono Jember
Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumberwringin adalah tempat Kiai Nahrawi menuntut ilmu Agama. Saat itu KH. Muhammad Umar sebagai pengasuh ke dua yang dikenal sebagai sang penyemai bibit Aswaja. Sebagai alumni, Kiai Nahrawi merasa punya kewajiban untuk melestarikan sekaligus mengembangkan kitab-kitab tersebut kepada santrinya dan juga amaliyah serta ubudiyah yang diterapkan sehari-hari untuk memelihara tradisi salaf. Sehingga dapat terjaga kesinambungan sanad keilmuannya.
Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang
Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. Lembaga pendidikan ini besar namanya berkat Sistem pendidikannya yang tidak hanya mengajarkan Pengetahuan agama termasuk kitab kuning tapi juga mengadopsi Pendidikan Formal dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi dengan berbagai Fakultas yang saat itu belum banyak Lembaga Pesantren yang menerapkan, ini merupakan misi utama pondok pesantren Darul ‘Ulum. Materi pendidikan yang diberikan hampir semua macam bidang studi dimasukkan dalam program yang ada. Ini dilakukan untuk menyediakan fasilitas yang sempurna bagi siswa-siswa pondok pesantren apabila kelak harus terjun ke masyarakat, dan merupakan kelanjutan pondok pesantren atas tantangan masyarakat lingkungannya. Dengan masuknya beragam bidang studi umum tersebut, bukan berarti menelantarkan jam-jam kegiatan studi agama dan sakral agama yang telah mapan. Malah keduanya disejajarkan, diselaraskan dan diberinya ruang gerak berjalan secara smooth dalam wadah yang sama.
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri berdiri sebagai pesantren berbasis salaf, yakni pesantren yang menekankan pada kemampuan membaca dan mengkaji kitab salaf (Kitab Kuning). Metode yang digunakan adalah Sorogan, Bandongan/bandongan. Pesantren ini menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Sebagai salah satu pusat pendidikan agama Islam, Pesantren Lirboyo selalu mencetak kader-kader generasi agama dan bangsa yang mumpuni dalam berbagai bidang di dalam disiplin ilmu agama. Selain itu Pondok Pesantren Lirboyo juga tetap berpegang teguh pada pendidikan salaf (tradisional) dengan mengharmonisasikan antara budaya yang mampu mengisi modernisasi, serta telah terbukti bahwa Pondok Pesantren Lirboyo sudah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang salih dalam bidang keagamaan, sekaligus salih dalam bidang intelektual.
Pondok Modern Gontor Ponorogo
Pondok Modern Gontor Ponorogo adalah salah satu pondok pesantren modern yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, kemasyarakatan serta memiliki sistem Pendidikan yang menyeluruh, salah satunya adalah tentang kedisiplinan dalam berbahasa. Kedisiplinan dalam berbahasa ini menurut Pondok Modern Darussalam Gontor adalah sangat penting sakali, di karenakan dalam kehidupan sehari-hari para santri dan menggunakan dua bahasa resmi yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tuntutan dan keharusan inilah yang menjadikan para santrinya terbiasa menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Dalam menerapkan disiplin secara konsisten dan tidak mengenal tawar-menawar. Disiplin merupakan bagian dari kehidupan santri dan guru, dan menjadi salah satu sebab utama keberhasilan pendidikan di Gontor. Semua kegiatan di Gontor, baik pelajaran maupun kegiatan lainnya, segala yang dialami, dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan oleh santri dan warga pondok berperan penting dalam proses pendidikan.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 70 Tahun, Maqnaul Ulum Laksanakan Sujud Syukur
- Maqnaul Ulum Scout Skill Competition 2025(SSC) Pramuka Penggalang se-Besuki Raya
- Peringati Milad Ke-70 Tahun, Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Adakan Festival Banjari se-Besuki Raya.
- Launching Rangkaian Kegiatan Peringatan 70 Tahun Pesantren Maqnaul Ulum
- Sederhana tapi Khidmat, Santri Maqnaul Ulum Gelar Upacara HUT ke-80 RI
Kembali ke Atas



