• gbanner2 hari santri
  • 70tahun
  • Bendera Milad

70 Tahun Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum, Meniti Jalan, Meraih Cita-cita

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


PP. MAQNA'UL ULUM

NPSN : 70039269

Jl. Pahlawan No.72 Sukorejo Sukowono Jember 68194 Jatim


santrisdek21@gmail.com

TLP : 083146801700


          

Banner

Statistik

Status Member

Ujian Akhir Santri MMI Maqnaul Ulum Bebasis Kejujuran




Maqna’ul Ulum-Bi al-imtihani, yukramu al-mar u au yuhanu, Dengan ujian, manusia menjadi terhormat atau hina. Prinsip inilah yang selalu dipegang oleh santri Maqna’ul Ulum  ketika menempuh ujian. Kedisiplinan, kesungguhan, dan tentu saja kejujuran, menjadi tidak sekedar slogan, tapi sebuah nilai yang selalu dipegang.


 


Seluruh Santri/wati Kelas 6 Madrasah Mu’allimin Mu’allimat  Al Islamiyah (MMI) menghadapi Ujian Nihaiy ( Akhir )-‘’UN-nya Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum’’- atau istilah kerennya sekarang, UNBK-nya versi Maqna’ul Ulum, bedanya dengan UNBK versi pemerintah yang mengandalkan basis computer, sementara UNBK versi Maqna’ul Ulum lebih mengandalkan basis kejujuran, lebih tepatnya Ujian Nihai Berbasis Kejujuran.


 


Gelombang Kedua yang diadakan selama 11 hari yaitu pada hari Selasa (05/08/1438 H) sampai hari Ahad (17/08/1438 H), bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum. Adapun materi ujian yang diujikan pada Ujian Akhir ini meliputi seluruh Mata Pelajaran dari Kls I s/d VI  dengan dibagi dua gelombang, Gelombang pertama diadakan Pertengahan Tahun menjelang liburan bulan Maulid dan Gelombang ke II diadakan Akhir Tahun.


 


Ujian akhir Santri MMI atau dikenal dengan Imtihan Nihai Salah satu ujian yang paling fenomenal dan berkesan mendalam bagi Santri. Nihai artinya akhir, atau paripurna, maksudnya ujian ini menjadi ujian pamungkas bagi santri/wati yang akan menamatkan pendidikannya di MMI Maqna’ul Ulum.


 


Suasana Ujian Akhir Tahun dan Ujian Akhir Santri MMI di Maqna’ul Ulum ,Setiap aktifitas santri baik senggang atau tidak, menjadi sulit dibedakan. Dalam kondisi senggang, duduk, berdiri, berjalan, makan bahkan antrian di kamar mandi pun, tidak lepas dari bacaan buku. terkadang berjalan kaki sambil memegang buku yang terus ditelaahnya.” Semua itu dilakukan semata-mata untuk memelihara waktu dan memanfaatkan peluang, agar tidak terbuang sia-sia saat sedang berjalan, tanpa dimanfaatkan untuk menuntut ilmu.


 


Dengan ujian akhir ini diharapkan dapat menjadi motivasi kesuksesan dalam mengukir langkah serta sejarah baru bagi santri/wati kelas 6 dan mengantarkannya menjadi generasi yang “Mundzirul Qoum”



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas