• gbanner2 hari santri
  • 70tahun
  • Bendera Milad

70 Tahun Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum, Meniti Jalan, Meraih Cita-cita

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


PP. MAQNA'UL ULUM

NPSN : 70039269

Jl. Pahlawan No.72 Sukorejo Sukowono Jember 68194 Jatim


santrisdek21@gmail.com

TLP : 083146801700


          

Banner

Statistik

Status Member

Angota DPRD Jatim Launching Madrasah Idadiyah Mahad Aly Maqnaul Ulum




Maqna'ul Ulum– Bersamaan dengan Haflatul Imtihan dan Wisuda  Ke-24 Madrasah Mu'allimin wal Mu'allimat Al Islamiyah Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum Sukorejo Sukowono Jember Jawa Timur, Anggota DPRD Jatim Komisi E, Moch Eksan  melaunching sekaligus menandatangani Piagam peresmian Madrasah I'dadiyah Ma'had Aly ( MIMA ), Selasa (16/05). Menurut Moch Eksan, Pondok pesantren tetap bertahan karna peran dan kiprah alumni-alumni pesantren. Alumni Pesantren saat ini bukan hanya diakui Masyarakat bahkan saat ini banyak yang duduk di pemerintahan, hal ini menunjukkan bahwa pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata, oleh karena itu sistem pendidikan Pondok Pesantren harus kreatif.


Pondok pesantren selain telah menyumbangkan dharma baktinya di bidang pendidikan agama Islam, juga telah memberikan kontribusi yang tidak terhingga untuk memelihara dan merawat Indonesia. Peran ini penting untuk memperkokoh integritas bangsa yang mencakup beberapa aspek, kejujuran, konsisten serta bertanggungjawab melakukan amar maruf nahi munkar.


Madrasah I’dadiyah Ma’had ‘Aly merupakan lembaga pendidikan untuk dipersiapkan masuk ke jenjang Ma’had ‘Aly. program utama kegiatan I’dadiyah Ma’had Aly pada dasarnya menelaah dan membahas kitab-kitab klasik (Kuning) berbahasa Arab, baik dalam bentuk bahtsul masail atau dalam bentuk diskusi atau halaqah atas kandungan kitab-kitab. Program ini di khususkan dalam bidang Fiqih dan Usuluhu. Dengan harapan santri Mampu membaca dan memahami Fath al-Muin atau yang sederajat, Mampu menyelesaikan masail fiqhiyyah dengan pendekatan qawly (maraji’ kitab kuning), Terwujudnya lulusan yang mampu memediasi antara kelompok tekstualis (literalis) yang cenderung radikal, kontektualis yang rentan liberal, dan Terwujudnya lembaga kader ahli fiqh yang mengintegrasikan keilmuan pesantren sebagai ciri khas Islam-Indonesia.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas