• gbanner2 hari santri
  • 70tahun
  • Bendera Milad

70 Tahun Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum, Meniti Jalan, Meraih Cita-cita

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


PP. MAQNA'UL ULUM

NPSN : 70039269

Jl. Pahlawan No.72 Sukorejo Sukowono Jember 68194 Jatim


santrisdek21@gmail.com

TLP : 083146801700


          

Banner

Statistik

Status Member

Maqnaul Ulum ikuti Workshop Peningkatan Tata Kelola SMP-BP di Malang




Maqna’ul Ulum – Pada hari Jumat, 29 September 2017 bertempat di Ijen Suites Resort and Convention Hotel, Malang telah berlangsung Workshop Peningkatan Tata Kelola Pesantren Penyelenggara Sekolah Umum (SMP-BP). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang diikuti oleh 30 Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia yang menyelenggarakan SMP. Dari 30 Pesantren  yang mengikuti kegiatan tersebut salah satu diantaranya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum Sukowono Jember, KH. Mahrus Muhith, S.Ag.

Acara workshop ini dibuka oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang diwakili oleh Bapak Dr. Sarpani, M.Pd. sekaligus menyampaikan kebijakan Teknis Pengembangan Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, kemudian dilanjutkan dengan materi Kebijakan Direktorat Pembinaan SMP Direktorat Jendral Pendidikan Dasar tentang Program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) yang diwakili oleh Bapak Drs. Abd. Nashir Hartono, M.Si. Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) menurut Bapak Drs. Abd. Nashir Hartono, M.Si. “Adalah merupakan model Sekolah yang mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan di sekolah dan pesantren dengan tujuan mengembangkan model pendidikan unggulan yang integratif dan konprehensif dalam peningkatan mutu sumberdaya dan berorentasi pada pencapaian keunggulan kompratif dan kompetitif”.

Adapun Bapak Dr. Rusydi Zakaria, M.Phil. mengatakan : “Adanya SMP-BP tidak boleh menghilangkan identitas kultur pesantren, yaitu Akhlaqul Karimah, Tafaqquh fiddin, Keikhlasan, Kemandirian, dan kesederhanaan. Dengan harapan dapat meluluskan santri yang intelek bukan intelek yang santri “. Beliau juga mengatakan bahwa SMP-BP adalah  Pesantren yang mendirikan sekolah, bukan sekolah yang mendirikan pesantren. Hal ini diperuntukkan bagi pesantren-pesantren yang mendirikan/mengelola sekolah di dalamnya”. Hal ini dikatakan ketika beliau menyampaikan materi Kultur kepesantrenan dan Integrasinya Dalam Pengembangan SMP-BP.          

Materi terakhir dalam kegiatan ini adalah Strategi Pengembangan Tata Kelola Pesantren Penyelenggara SMP-BP yang disampaikan oleh Bapak Dr. Adimin Diens, M.Pd. Selanjutnya acara Workshop ini ditutup oleh Bapak Dr. Zayadi, M.Pd. selaku Diretur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas