Kepala Dinas Pendidikan Kab. Jember Buka Pendampingan Implementasi K13 di SMK Maqnaul Ulum

Maqna'ul Ulum-Pembukaan Pendampingan Implementasi Kurikulum 13 on/in Service di Sekolah Induk Cluster SMK Maqna'ul Ulum oleh Bpk Drs. Lutfi Isa Anshori, MM Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember di Auditorium Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum Sukowono.(18/10/2018)
Lutfi menuturkan " Kegiatan Pendampingan ini untuk memaksimalkan penerapan kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan program pendampingan untuk guru-guru disekolah yang baru melaksanakan kurikulum 2013 oleh guru inti sebagai pendamping"
Lanjut Kepala Kemdikbud Kab. Jember , " Dengan implementasi kurikulum 2013, diharapkan adanya perubahan paradigma pada pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran yang pada awalnya berpusat pada para guru (teacher centered) berubah menjadi berpusat pada siswa (student centered).Guru diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pelajaran dengan menerapkan kegiatan pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skill). Dengan pembelajran HOTS, guru dapat menanamkan pada anak didik " Criticle Thinking " berfikir kreatif dan kritis dalam mensikapi keadaan saat ini, dan juga penanaman pendidikan karakter dan literasi sebagaimana yang saat ini diamanatkan oleh Kemdikbud dimana kedua hal tersebut harus diintegrasikan pada kegiatan pembelajaran ."

Mengenang sebuah ungkapan yang dipelajarinya saat di pondok pesantren, Pengasuh Pondok Maqna'ul Ulum dalam sambutannya berkata, " ath-Thariiqatu ahammu minal maadah. Wal mudarrisu ahammu minath-thariiqah. Wa ruuhul mudarrisi ahammu minal-mudarris ".
Menurutnya, Apapun materinya, apapun metodenya guru peran yang sangat penting. Sehebat-hebatnya metode mengajar, masih kalah penting dari keberadaan seorang guru. Sebab, metodologi tanpa guru hanyalah benda mati. Keberadaan guru lebih penting dari metode secanggih apapun, jelasnya.
Namun demikian, lanjut Pengasuh, ruh dan jiwa guru, jauh lebih penting dari pada sekedar kehadiran guru. Menurutnya, guru bisa hadir di ruang kelas kapan saja, tapi kalau tidak disertai ruh dan jiwa, maka keberadaan seorang guru tidak cukup memiliki makna berarti.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 70 Tahun, Maqnaul Ulum Laksanakan Sujud Syukur
- Maqnaul Ulum Scout Skill Competition 2025(SSC) Pramuka Penggalang se-Besuki Raya
- Peringati Milad Ke-70 Tahun, Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Adakan Festival Banjari se-Besuki Raya.
- Launching Rangkaian Kegiatan Peringatan 70 Tahun Pesantren Maqnaul Ulum
- Sederhana tapi Khidmat, Santri Maqnaul Ulum Gelar Upacara HUT ke-80 RI
Kembali ke Atas



