Maqnaul Ulum Tuan Rumah Kongres Masjid Kab.Jember 2018

MAQNA'UL ULUM – Masjid yang merupakan tempat ibadah, merupakan pusat pembinaan akhlak dan karakter bangsa melalui kegiatan khutbah setiap hari Jumat maupun pengajian yang diberikan. Sebab itu, tidak terlalu berlebihan kalau Pemkab Jember, sedikit memberikan perhatiannya kepada para takmirnya.
Para takmir yang selama ini berjuang keras untuk memakmurkan masjid, sudah selayaknya diberi perhatian. “Sebagai tempat beribadah, masjid menjadi pusat pembinaan akhlak dan karakter bangsa melalui khutbah dan pengajian yang diberikan,” ucap K.H Mahrus Muhith, dalam acara Kongres Takmir Masjid Kabupaten Jember, di pondok pesantren yang diasuhnya, Maqna'ul Ulum Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono, Kamis (20/12/2018).
“Pada tahun 1985 Pondok Maqna'ul Ulum pertama kali dikunjungi Bupati, dan pada saat ini tahun 2018, jadi dalam kurun 33 tahun, baru kedua kalinya dikunjungi Bupati Jember lagi ,” ungkapnya di hadapan para takmir masjid dari Kecamatan Sukowono, Arjasa, dan Jelbuk.
Ia menjelaskan, sejatinya pembinaan akhlak dan karakter bangsa dimulai dari masjid. Pada khotbah setiap Jumat di dalamnya berisi etika dan akhlakul karimah, serta segala hal kehidupan berbangsa. “Melalui para khatib yang berhak mendapatkan kesejahteraan dari Pemerintah Kabupaten Jember,” katanya dalam pidato sambutan di acara yang dihadiri Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.
K.H Mahrus Muhith berharap kunjungan bupati membawa pencerahan bagi semua, utamanya masyarakat Sukowono.
Kongres Takmir yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, merupakan wujud rasa peduli bupati terhadap takmir masjid di Kabupaten Jember.
Sementara itu, Bupati Jember Faida mengungkapkan kongres takmir yang diselenggarakan di sepuluh titik dalam rangka memberikan asuransi kesehatan bagi takmir masjid di Kabupaten Jember.
“Suatu apresiasi Pemerintah Kabupaten Jember atas kerja keras takmir dalam mengurus masjid,” ungkap Bupati Faida.
Kunjungannya dalam kongres ini juga wujud keinginan silaturahim dengan para takmir masjid yang bertahun-tahun melayani umat melalui masjid.
Banyak takmir yang dari segi ekonomi kurang mampu, menjadi dasar untuk memberikan asuransi kesehatan gratis dan keluarganya agar mendapat jaminan kesejahteraan sosial ketika sakit.
Soal kesehatan, masih kata bupati, merupakan hak dasar. “Guru ngaji dan takmir adalah orang-orang yang tidak pernah berteriak memperjuangkan nasibnya sendiri, kepentingan mereka sendiri,” ujarnya. Keikhlasan mereka itu menjadi dasar perhatian khusus.
Asuransi kesehatan gratis ini dibiayai Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPJS kesehatan sepanjang menjadi takmir masjid.( Sumber HUmas Jember )
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 70 Tahun, Maqnaul Ulum Laksanakan Sujud Syukur
- Maqnaul Ulum Scout Skill Competition 2025(SSC) Pramuka Penggalang se-Besuki Raya
- Peringati Milad Ke-70 Tahun, Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Adakan Festival Banjari se-Besuki Raya.
- Launching Rangkaian Kegiatan Peringatan 70 Tahun Pesantren Maqnaul Ulum
- Sederhana tapi Khidmat, Santri Maqnaul Ulum Gelar Upacara HUT ke-80 RI
Kembali ke Atas



